Senin, 25 Desember 2017

Perilaku Sosial


PERILAKU SOSIAL
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas BK Sosial
Dosen Pengampu: Cici Yulia,S.Pd,M.Pd




Disusun Oleh :
Rana Thahirah (1601015033)
Sheren Wifa S (1601015072)
Zulfa Fauziyah (1601015140)



PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA
JAKARTA
2017


BAB I
PENDAHULUAN
      A. Latar Belakang
          Perilaku Sosial merupakan sebagai bukti bahwa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup sebagai diri pribadi tidak dapat melakukannya sendiri melainkan memerlukan bantuan dari orang lain. Ada ikatan saling ketergantungan diantara satu orang dengan yang lainnya. Artinya bahwa kelangsungan hidup manusia berlangsung dalam suasana saling mendukung dalam kebersamaan. Untuk itu manusia dituntut mampu bekerja sama, saling menghormati, tidak menggangu hak orang lain, toleran dalam hidup bermasyarakat.

            Perilaku sosial seseorang merupakan sifat relatif untuk menanggapi orang lain dengan cara-cara yang berbeda-beda. Misalnya dalam melakukan kerja sama, ada orang yang melakukannya dengan tekun, sabar dan selalu mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadinya. Sementara di pihak lain, ada orang yang bermalas-malasan, tidak sabaran dan hanya ingin mencari untung sendiri.

            Sejak dilahirkan manusia membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memuhi kebutuhan biologisnya. Pada perkembangan menuju kedewasaan, interaksi sosial diantara manusia dapat merealisasikan kehidupannya secara individual. Hal ini dikarenakan jika tidak ada timbal balik dari interaksi sosial maka manusia tidak dapat merealisasikan potensi-potensinya sebagai sosok individu yang utuh sebagai hasil interaksi sosial. Potensi-potensi itu pada awalnya dapat diketahui dari perilaku kesehariannya. Pada saat bersosialisasi maka yang ditunjukkannya adalah perilaku sosial. Pembentukan perialku sosial seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal.
      B. Rumusan Masalah:
1. Apa definisi Perilaku Sosiall?
2. Faktor-faktor pembentuk perilaku sosial?
3. Apa saja bentuk dan jenis Perilaku sosial?
4. Apa tahapan dan ciri perkembangan perilaku sosial?
      C. Tujuan:
      1. Untuk mengetahui defiinisi motiperilaku sosial
      2. Untuk mengetahui faktor-faktor pembentuk perilaku sosial
      3. Mengenal bentuk dan jenis perilaku sosial
      4. Untuk mengetahui tahapan dan ciri perkembangan perilaku sosial



BAB II
PEMBAHASAN
1.      Definisi perilaku sosial
Perilaku merupakan perbuatan/tindakan dan perkataan seseorang yang sifatnya dapat diamati, digambarkan, dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang melakukannya. Adapun sosial adalah keadaan yang di dalamnya terdapat kehadiran orang lain. Dengan demikian, perilaku sosial adalah perilaku yang terjadi dalam situasi sosial, yaitu cara orang berpikir, merasa dan bertindak karena kehadiran orang lain. Hal ini dapat juga diartikan sebagai sikap membutuhkan orang lain.
Menurut Krech, Crutchfield, dan Ballachey, perilaku sosial seseorang tampak dalam pola respons antar orang yang dinyatakan dengan hubungan timbal balik antar pribadi. Menurut Baron dan Byrne, perilaku sosial identik dengan reaksi seseorang terhadap orang lain. Perilaku itu ditunjukkan dengan perasaan, tindakan sikap keyakinan, kenangan atau rasa hormat terhadap orang lain.
Berasarkan uraian di atas dapat diartikan juga bahwa manusia sebagai pelaku dari perilaku sosial tidak dapat hidup tanpa oang lain. Artinya, manusia memiliki kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia lain.
2.      Faktor – faktor pembentuk perilaku sosial
Beberapa faktor yang sangat berpengaruh dalam pembentukan perilaku sosial adalah faktor kepribadian seseorang, faktor lingkungan, dan faktor budaya. Menurut Casare Lombroso  faktor yang mempengaruhi perilaku yaitu faktor biologis, faktor psikologis, dan faktor sosiologis.
Menurut Lowrence Gree, perilaku ditentukan atau terbentuk dari tiga faktor:
a.       Predisposisi (predis posing faktors) yang terwujud dalam pengetahuan, sikap kepercayaan, keyakinan, nilai – nilai, dll.
b.      Pendukung (embling faktors) yang terwujud dalam lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya sarana.
c.       Pendorong (reinforcement faktors) yang terwujud dalam sikap dan perilaku, kebijakan, dll.
       
        Baron dan Byrne menyebutkan empat kategori utama yang dapat membentuk perilaku sosial seseorang, yaitu:
a.     Perilaku dan Karakteristik orang lain,
b.    Proses Kognitif,
c.     Faktor Lingkungan,
d.    Tatar budaya sebagai tempat perilaku dan pemikiran sosial itu terjadi.
3.      Bentuk dan Jenis Perilaku Sosial
Bentuk dan perilaku sosial seseorang dapat pula ditunjukkan oleh sikap sosialnya. Sikap sosial dinyatakan oleh cara kegiatan yang sama dan berulang – ulang terhadap objek sosial yang menyebabkan terjadinya cara – cara tingkah laku, yang dinyatakan berulang – ulang terhadap salah satu objek sosial. Selanjutnya, berbagai bentuk dan jenis perilaku sosial seseorang pada dasarnya merupakan karakter atau ciri kepribadian yang dapat teramati ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain. Seperti dalam kehidupan berkelompok, kecenderungan perilaku sosial seseorang yang menjadi anggota kelompok lainnya. Perilaku sosial dapat dilihat melalui sifat – sifat dan pola respons antar pribadi berikut:
a.       Kecenderungan Perilaku Peran
1)      Sifat pemberani dan pengecut secara sosial
Orang yang memiliki  sifat  pemberani  secara sosial, biasanya dia  suka mempertahankan dan membela haknya, tidak malu-malu atau tidak seganmelakukan sesuatu  perbuatan yang  sesuai norma di masyarakat dalam mengedepankan kepentingan diri sendiri sekuat tenaga. Sedangkan sifatpengecut menunjukkan perilaku atau keadaan sebaliknya, seperti kurang  suka mempertahankan haknya, malu dan  segan berbuat  untuk mengedepankan kepentingannya.
2)      Sifat berkuasa dan sifat patuh
Orang yang  memiliki  sifat  sok berkuasa dalam  perilaku sosial biasanya ditunjukkan  oleh perilaku seperti bertindak tegas, berorientasi  kepada kekuatan, percaya  diri,  berkemauan keras, suka memberi perintah dan memimpin  langsung.  Sedangkan sifat yang patuh atau penyerah menunjukkan perilaku sosial yang  sebaliknya,  misalnya  kurang tegas dalam  bertindak, tidak  suka memberi perintah dan tidak  berorientasikepada kekuatan dan kekerasan.
3)      Sifat inisiatif secara sosial dan pasif
Orang yang memiliki  sifat inisiatif biasanya suka mengorganisasi  kelompok, tidak sauka mempersoalkan latar belakang, suka memberi  masukan atau saran-saran dalam berbagai pertemuan, dan biasanya suka  mengambil alih kepemimpinan. Sedangkan sifat orang yang pasif secara sosial  ditunjukkan oleh perilaku yang bertentangan dengan sifat orang yang aktif, misalnya perilakunya yang dominan diam, kurang berinisiatif, tidak suka memberi saran atau masukan.
4)      Sifat mandiri dan tergantung
 Orang yang memiliki sifat mandiri biasanya membuat segala sesuatunya  dilakukan oleh dirinya sendiri, seperti membuat rencana sendiri, melakukan sesuatu dengan cara-cara sendiri, tidak suak berusaha mencari nasihat atau  dukungan dari orang lain, dan secara emosiaonal  cukup stabil. Sedangkan sifat  orang  yang ketergantungan cenderung menunjukkan perilaku  sosial sebaliknya dari sifat orang mandiri, misalnya  membuat  rencana  dan melakukan segala sesuatu harus selalu mendapat saran dan dukungan orang lain, dan keadaan emosionalnya relatif labil.
b.      Kecenderungan perilaku dalam hubungan sosial
1)      Dapat diterima atau ditolak oleh orang lain.
Orang yang memiliki  sifat dapat  diterima oleh orang lain biasanya  tidak berprasangka buruk terhadap orang lain, loyal, dipercaya, pemaaf dan tulus menghargai  kelebihan  orang lain. Sementara  sifat orang yang ditolak biasanya suak mencari kesalahan dan tidak mengakui kelebihan orang lain.

2)      Sifat bergaul dan tidak suka bergaul.
 Orang yang suka bergaul biasanya  memiliki  hubungan sosial  yang baik,  senang bersama dengan yang lain dan senang bepergian. Sedangkan orang  yang tidak suak bergaul menunjukkan sifat dan perilaku yang sebaliknya.

3)      Sifat ramah dan tidak ramah.
Orang yang ramah biasanya periang, hangat, terbuka, mudah didekati orang,dan suka bersosialisasi. Sedang orang yang tidak ramah cenderung bersifat sebaliknya.

4)      Simpatik atau tidak simpatik.
Orang yang memiliki sifat simpatik biasanya peduli terhadap perasaan dan keinginan orang lain, murah hati dan suka membela orang tertindas.Sedangkan orang yang tidak simpatik  menunjukkna sifat-sifat yang sebaliknya.

c.       Kecenderungan perilaku ekspresif
1)      Sifat suka bersaing (tidak kooperatif) dan tidak suka bersaing (suka bekerja sama).
Orang yang  suka bersaing biasanya menganggap hubungan  sosial sebagai perlombaan, lawan adalah saingan yang harus dikalahkan, memperkaya dirisendiri. Sedangkan orang yang tidak suka bersaing menunjukkan sifat-sifatyang sebaliknya

2)      Sifat agresif dan tidak agresif.
Orang yang  agresif  biasanya suka menyerang orang lain  baik langsungataupun tidak  langsung, pendendam, menentang atau  tidak patuh  padapenguasa, suka bertengkar  dan suka menyangkal. Sifat orang yang tidak agresif menunjukkan perilaku yang sebaliknya

3)      Sifat kalem atau tenang secara sosial.
Orang yang  kalem  biasanya  tidak nyaman jika berbeda dengan orang lain, mengalami kegugupan, malu, ragu-ragu, dan merasa terganggu jika ditontonorang.

4)      Sifat suka pamer atau menonjolkan diri.
Orang yang suka pamer biasanya berperilaku berlebihan, suka mencari pengakuan, berperilaku aneh untuk mencari perhatian orang lain.

Artinya, kehidupan manusia di dunia ini tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, sebagai manusia yang hidup bermasyarakat, manusia harus menyadari bahwa dirinya tidak mungkin hidup sendirian. Untuk iu, menjadi warga masyarkat yang baik berinteraksi antar individu, antar individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok agar terjalin persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat.
4.      Tahapan dan Ciri-ciri perkembangan perilaku sosial
Buhler (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan tahapan dan ciri-ciri perkembangan perilaku sosial individu sebagaimana dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tahap
Ciri-Ciri
Kanak-Kanak Awal ( 0 – 3)
Subyektif
Segala sesuatu dilihat berdasarkan pandangan sendiri
Kritis I ( 3 – 4 )
Trozt Alter
Pembantah, keras kepala
Kanak – Kanak Akhir ( 4 – 6 )
Masa Subyektif Menuju
Masa Obyektif
Mulai bisa menyesuaikan diri dengan aturan
Anak Sekolah ( 6 – 12 )
Masa Obyektif
Membandingkan dengan aturan – aturan
Kritis II ( 12 – 13 )
Masa Pre Puber
Perilaku coba-coba, serba salah, ingin diuji
Remaja Awal ( 13 – 16 )
Masa Subyektif Menuju
Masa Obyektif
Mulai menyadari adanya kenyataan yang berbeda dengan sudut pandangnya
Remaja Akhir  ( 16 – 18 )
Masa Obyektif
Berperilaku sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemampuan dirinya




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
            Perilaku sosial adalah suasa saling ketegantaungan satu dengan yang lain dan merupakan keseharusan untuk menjamin kelangsungan hidup manusia. Untuk itu manusia diharapkan dapat bekerja sama, saling menghormati dan toleran dalah hidup bermasyarakat agar tercipta keharmonisan dalam lingkungan.
Banyak pula faktor-faktor dalam pembentukan perilaku sosial dan kita harus bisa memilih mana yang baik dan tidak baik. Sebagian besar yang mempengaruhi perilaku sosial diantaranya faktor lingkungan, misalnya orang yang berasal dari daerah pantai/pegunungan yang berkata keras, maka perilaku sosialnya seolah keras pula, ketika berada di lingkungan masyarakat yang terbiasa lembut dan halus dalam bertutur kata.
            Perilaku sosial seseorang merupakan sifat relatif untuk menanggapi orang lain dengan cara-cara yang berbeda-beda. Misalnya dalam melakukan kerja sama, ada orang yang melakukannya dengan tekun, sabar dan selalu mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadinya. Sementara dipihak lain, ada orang bermalas-malasan, tidak sabaran dan hanya ingin mencari  untung sendiri. Sejak dilahirkan manusia membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Pada perkembangan menuju kedewasaan, interaksi sosial diantara manusia dapat merealisasikan kehidupannya secara individual.
B.     Saran
Saran dari kami, pembaca bisa mengaplikasikan dengan baik dikehidupan sehari-hari dan bisa membagi ilmu yang pembaca ketahui kepada masyarakat yang belum paham tentang perilaku sosial yang baik.




DAFTAR PUSTAKA

Syamsul, Bambang. 2015. Psikologi Sosial. Bandung: CV Pustaka Setia.
https://sekaragengpratiwi.wordpress.com/2012/02/02/perilaku-sosial/