PERILAKU SOSIAL
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas BK Sosial
Dosen Pengampu: Cici Yulia,S.Pd,M.Pd
Disusun Oleh :
Rana Thahirah (1601015033)
Sheren Wifa S (1601015072)
Zulfa Fauziyah (1601015140)
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN
KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PROF.DR.HAMKA
JAKARTA
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Perilaku Sosial merupakan sebagai
bukti bahwa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup sebagai diri pribadi tidak
dapat melakukannya sendiri melainkan memerlukan bantuan dari orang lain. Ada
ikatan saling ketergantungan diantara satu orang dengan yang lainnya. Artinya
bahwa kelangsungan hidup manusia berlangsung dalam suasana saling mendukung
dalam kebersamaan. Untuk itu manusia dituntut mampu bekerja sama, saling
menghormati, tidak menggangu hak orang lain, toleran dalam hidup bermasyarakat.
Perilaku
sosial seseorang merupakan sifat relatif untuk menanggapi orang lain dengan
cara-cara yang berbeda-beda. Misalnya dalam melakukan kerja sama, ada orang
yang melakukannya dengan tekun, sabar dan selalu mementingkan kepentingan
bersama diatas kepentingan pribadinya. Sementara di pihak lain, ada orang yang
bermalas-malasan, tidak sabaran dan hanya ingin mencari untung sendiri.
Sejak
dilahirkan manusia membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memuhi
kebutuhan biologisnya. Pada perkembangan menuju kedewasaan, interaksi sosial
diantara manusia dapat merealisasikan kehidupannya secara individual. Hal ini
dikarenakan jika tidak ada timbal balik dari interaksi sosial maka manusia
tidak dapat merealisasikan potensi-potensinya sebagai sosok individu yang utuh
sebagai hasil interaksi sosial. Potensi-potensi itu pada awalnya dapat
diketahui dari perilaku kesehariannya. Pada saat bersosialisasi maka yang
ditunjukkannya adalah perilaku sosial. Pembentukan perialku sosial seseorang
dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang bersifat internal maupun yang
bersifat eksternal.
B. Rumusan
Masalah:
1. Apa definisi Perilaku
Sosiall?
2. Faktor-faktor pembentuk perilaku
sosial?
3. Apa saja bentuk dan jenis
Perilaku sosial?
4. Apa tahapan dan ciri perkembangan
perilaku sosial?
C. Tujuan:
1. Untuk
mengetahui defiinisi motiperilaku sosial
2. Untuk
mengetahui faktor-faktor pembentuk perilaku sosial
3. Mengenal
bentuk dan jenis perilaku sosial
4.
Untuk mengetahui tahapan dan ciri perkembangan perilaku sosial
BAB II
PEMBAHASAN
1. Definisi perilaku sosial
Perilaku
merupakan perbuatan/tindakan dan perkataan seseorang yang sifatnya dapat
diamati, digambarkan, dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang
melakukannya. Adapun sosial adalah keadaan yang di dalamnya terdapat kehadiran
orang lain. Dengan demikian, perilaku sosial adalah perilaku yang terjadi dalam
situasi sosial, yaitu cara orang berpikir, merasa dan bertindak karena
kehadiran orang lain. Hal ini dapat juga diartikan sebagai sikap membutuhkan
orang lain.
Menurut
Krech, Crutchfield, dan Ballachey, perilaku sosial seseorang tampak dalam pola
respons antar orang yang dinyatakan dengan hubungan timbal balik antar pribadi.
Menurut Baron dan Byrne, perilaku sosial identik dengan reaksi seseorang
terhadap orang lain. Perilaku itu ditunjukkan dengan perasaan, tindakan sikap
keyakinan, kenangan atau rasa hormat terhadap orang lain.
Berasarkan
uraian di atas dapat diartikan juga bahwa manusia sebagai pelaku dari perilaku
sosial tidak dapat hidup tanpa oang lain. Artinya, manusia memiliki kebutuhan
dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan
manusia lain.
2.
Faktor
– faktor pembentuk perilaku sosial
Beberapa
faktor yang sangat berpengaruh dalam pembentukan perilaku sosial adalah faktor
kepribadian seseorang, faktor lingkungan, dan faktor budaya. Menurut Casare
Lombroso faktor yang mempengaruhi
perilaku yaitu faktor biologis, faktor psikologis, dan faktor sosiologis.
Menurut
Lowrence Gree, perilaku ditentukan atau terbentuk dari tiga faktor:
a. Predisposisi
(predis posing faktors) yang terwujud dalam pengetahuan, sikap kepercayaan,
keyakinan, nilai – nilai, dll.
b. Pendukung
(embling faktors) yang terwujud dalam lingkungan fisik, tersedia atau tidak
tersedianya sarana.
c. Pendorong
(reinforcement faktors) yang terwujud dalam sikap dan perilaku, kebijakan, dll.
Baron dan Byrne menyebutkan empat kategori utama yang dapat
membentuk perilaku sosial seseorang, yaitu:
a. Perilaku
dan Karakteristik orang lain,
b. Proses
Kognitif,
c. Faktor
Lingkungan,
d. Tatar
budaya sebagai tempat perilaku dan pemikiran sosial itu terjadi.
3. Bentuk dan Jenis Perilaku Sosial
Bentuk dan perilaku
sosial seseorang dapat pula ditunjukkan oleh sikap sosialnya. Sikap sosial
dinyatakan oleh cara kegiatan yang sama dan berulang – ulang terhadap objek
sosial yang menyebabkan terjadinya cara – cara tingkah laku, yang dinyatakan
berulang – ulang terhadap salah satu objek sosial. Selanjutnya, berbagai bentuk
dan jenis perilaku sosial seseorang pada dasarnya merupakan karakter atau ciri
kepribadian yang dapat teramati ketika seseorang berinteraksi dengan orang
lain. Seperti dalam kehidupan berkelompok, kecenderungan perilaku sosial
seseorang yang menjadi anggota kelompok lainnya. Perilaku sosial dapat dilihat
melalui sifat – sifat dan pola respons antar pribadi berikut:
a. Kecenderungan
Perilaku Peran
1) Sifat
pemberani dan pengecut secara sosial
Orang yang memiliki
sifat pemberani secara sosial, biasanya dia suka
mempertahankan dan membela haknya, tidak malu-malu atau tidak seganmelakukan
sesuatu perbuatan yang sesuai norma di masyarakat dalam
mengedepankan kepentingan diri sendiri sekuat tenaga. Sedangkan sifatpengecut
menunjukkan perilaku atau keadaan sebaliknya, seperti kurang suka
mempertahankan haknya, malu dan segan berbuat untuk mengedepankan
kepentingannya.
2) Sifat
berkuasa dan sifat patuh
Orang
yang memiliki sifat sok berkuasa dalam perilaku sosial
biasanya ditunjukkan oleh perilaku seperti bertindak tegas,
berorientasi kepada kekuatan, percaya diri, berkemauan keras,
suka memberi perintah dan memimpin langsung. Sedangkan sifat
yang patuh atau penyerah menunjukkan perilaku sosial yang
sebaliknya, misalnya kurang tegas dalam bertindak,
tidak suka memberi perintah dan tidak berorientasikepada kekuatan
dan kekerasan.
3) Sifat
inisiatif secara sosial dan pasif
Orang yang
memiliki sifat inisiatif biasanya suka mengorganisasi kelompok,
tidak sauka mempersoalkan latar belakang, suka memberi masukan atau
saran-saran dalam berbagai pertemuan, dan biasanya suka mengambil alih
kepemimpinan. Sedangkan sifat orang yang pasif secara sosial ditunjukkan
oleh perilaku yang bertentangan dengan sifat orang yang aktif, misalnya
perilakunya yang dominan diam, kurang berinisiatif, tidak suka memberi saran
atau masukan.
4) Sifat
mandiri dan tergantung
Orang yang memiliki sifat mandiri biasanya
membuat segala sesuatunya dilakukan oleh dirinya sendiri, seperti membuat
rencana sendiri, melakukan sesuatu dengan cara-cara sendiri, tidak suak
berusaha mencari nasihat atau dukungan dari orang lain, dan secara
emosiaonal cukup stabil. Sedangkan sifat orang yang
ketergantungan cenderung menunjukkan perilaku sosial sebaliknya dari
sifat orang mandiri, misalnya membuat rencana dan melakukan
segala sesuatu harus selalu mendapat saran dan dukungan orang lain, dan keadaan
emosionalnya relatif labil.
b. Kecenderungan
perilaku dalam hubungan sosial
1) Dapat
diterima atau ditolak oleh orang lain.
Orang yang
memiliki sifat dapat diterima oleh orang lain biasanya tidak berprasangka
buruk terhadap orang lain, loyal, dipercaya, pemaaf dan tulus menghargai
kelebihan orang lain. Sementara sifat orang yang ditolak biasanya
suak mencari kesalahan dan tidak mengakui kelebihan orang lain.
2) Sifat
bergaul dan tidak suka bergaul.
Orang yang suka bergaul biasanya
memiliki hubungan sosial yang baik, senang bersama dengan
yang lain dan senang bepergian. Sedangkan orang yang tidak suak bergaul
menunjukkan sifat dan perilaku yang sebaliknya.
3) Sifat
ramah dan tidak ramah.
Orang yang ramah
biasanya periang, hangat, terbuka, mudah didekati orang,dan suka
bersosialisasi. Sedang orang yang tidak ramah cenderung bersifat sebaliknya.
4) Simpatik
atau tidak simpatik.
Orang yang memiliki
sifat simpatik biasanya peduli terhadap perasaan dan keinginan orang lain,
murah hati dan suka membela orang tertindas.Sedangkan orang yang tidak
simpatik menunjukkna sifat-sifat yang sebaliknya.
c. Kecenderungan
perilaku ekspresif
1) Sifat
suka bersaing (tidak kooperatif) dan tidak suka bersaing (suka bekerja sama).
Orang yang suka
bersaing biasanya menganggap hubungan sosial sebagai perlombaan, lawan
adalah saingan yang harus dikalahkan, memperkaya dirisendiri. Sedangkan orang
yang tidak suka bersaing menunjukkan sifat-sifatyang sebaliknya
2) Sifat
agresif dan tidak agresif.
Orang yang
agresif biasanya suka menyerang orang lain baik langsungataupun
tidak langsung, pendendam, menentang atau tidak patuh
padapenguasa, suka bertengkar dan suka menyangkal. Sifat orang yang tidak
agresif menunjukkan perilaku yang sebaliknya
3) Sifat
kalem atau tenang secara sosial.
Orang yang
kalem biasanya tidak nyaman jika berbeda dengan orang lain,
mengalami kegugupan, malu, ragu-ragu, dan merasa terganggu jika ditontonorang.
4) Sifat
suka pamer atau menonjolkan diri.
Orang yang suka pamer
biasanya berperilaku berlebihan, suka mencari pengakuan, berperilaku aneh untuk
mencari perhatian orang lain.
Artinya, kehidupan manusia di dunia ini
tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, sebagai manusia
yang hidup bermasyarakat, manusia harus menyadari bahwa dirinya tidak mungkin
hidup sendirian. Untuk iu, menjadi warga masyarkat yang baik berinteraksi antar
individu, antar individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok agar
terjalin persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat.
4.
Tahapan
dan Ciri-ciri perkembangan perilaku sosial
Buhler
(Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan tahapan dan ciri-ciri perkembangan
perilaku sosial individu sebagaimana dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tahap
|
Ciri-Ciri
|
Kanak-Kanak Awal ( 0 – 3)
Subyektif |
Segala sesuatu dilihat berdasarkan pandangan sendiri
|
Kritis I ( 3 – 4 )
Trozt Alter |
Pembantah, keras kepala
|
Kanak – Kanak Akhir ( 4 – 6 )
Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif |
Mulai bisa menyesuaikan diri dengan aturan
|
Anak Sekolah ( 6 – 12 )
Masa Obyektif |
Membandingkan dengan aturan – aturan
|
Kritis II ( 12 – 13 )
Masa Pre Puber |
Perilaku coba-coba, serba salah, ingin diuji
|
Remaja Awal ( 13 – 16 )
Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif |
Mulai menyadari adanya kenyataan yang berbeda dengan
sudut pandangnya
|
Remaja Akhir ( 16 – 18 )
Masa Obyektif |
Berperilaku sesuai dengan tuntutan masyarakat dan
kemampuan dirinya
|
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perilaku
sosial adalah suasa saling ketegantaungan satu dengan yang lain dan merupakan
keseharusan untuk menjamin kelangsungan hidup manusia. Untuk itu manusia
diharapkan dapat bekerja sama, saling menghormati dan toleran dalah hidup
bermasyarakat agar tercipta keharmonisan dalam lingkungan.
Banyak pula faktor-faktor dalam pembentukan perilaku
sosial dan kita harus bisa memilih mana yang baik dan tidak baik. Sebagian
besar yang mempengaruhi perilaku sosial diantaranya faktor lingkungan, misalnya
orang yang berasal dari daerah pantai/pegunungan yang berkata keras, maka
perilaku sosialnya seolah keras pula, ketika berada di lingkungan masyarakat
yang terbiasa lembut dan halus dalam bertutur kata.
Perilaku
sosial seseorang merupakan sifat relatif untuk menanggapi orang lain dengan
cara-cara yang berbeda-beda. Misalnya dalam melakukan kerja sama, ada orang
yang melakukannya dengan tekun, sabar dan selalu mementingkan kepentingan
bersama diatas kepentingan pribadinya. Sementara dipihak lain, ada orang
bermalas-malasan, tidak sabaran dan hanya ingin mencari untung sendiri. Sejak dilahirkan manusia
membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.
Pada perkembangan menuju kedewasaan, interaksi sosial diantara manusia dapat
merealisasikan kehidupannya secara individual.
B.
Saran
Saran dari
kami, pembaca bisa mengaplikasikan dengan baik dikehidupan sehari-hari dan bisa
membagi ilmu yang pembaca ketahui kepada masyarakat yang belum paham tentang
perilaku sosial yang baik.
DAFTAR
PUSTAKA
Syamsul,
Bambang. 2015. Psikologi Sosial. Bandung: CV Pustaka Setia.
https://sekaragengpratiwi.wordpress.com/2012/02/02/perilaku-sosial/
